Di tengah laju otomatisasi yang semakin cepat, pertanyaan ini kerap muncul: jika AI bisa bekerja lebih cepat dan lebih murah, lalu mengapa kita masih memilih bekerja dengan manusia?
Pertanyaan ini menjadi semakin relevan ketika AI mulai diadopsi secara luas dalam berbagai fungsi bisnis, termasuk di bidang keuangan.
“Kami percaya bahwa teknologi tidak akan menggantikan manusia, tapi akan membantu manusia bekerja lebih strategis,” kata Lusiana Lu, Chief of Business Development HashMicro dalam keterangannya, Kamis (24/7).
HashMicro adalah perusahaan perangkat lunak Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah meluncurkan smart assistant berbasis kecerdasan buatan (AI). Produk dengan nama Hashy itu dirancang untuk mempercepat interaksi dan operasional bisnis melalui platform populer seperti WhatsApp.
“Lewat Hashy, kami ingin menciptakan efisiensi tanpa mengorbankan sisi humanis dari proses bisnis,” kata Lusiana.
Lusiana berkata, meski AI bekerja cepat dan efisien, HashMicro percaya peran manusia tetap krusial. Teknologi bisa menyajikan data dalam hitungan detik, tapi hanya manusia yang dapat menafsirkan, mempertimbangkan dampaknya, dan mengambil keputusan strategis. Kolaborasi keduanya adalah kekuatan utama.
Dengan pekerjaan manual yang diambil alih oleh AI, peran tim ikut bergeser ke arah yang lebih strategis. Mereka tak lagi hanya mencatat atau memproses, tapi lebih fokus pada analisis, perencanaan, dan kontribusi langsung terhadap kepentingan perusahaan. Keahlian manusia tidak digantikan, tapi diberikan ruang lebih luas untuk mempertajam skill serta wawasan untuk menciptakan nilai tambahan yang tak bisa diajarkan pada teknologi.
Terkait dengan Hashy, Lusiana mengatakan HashMicro akan terus menyempurnakan kapasitas Hashy, seiring berkembangnya kebutuhan dan kompleksitas bisnis.
Saat ini, jelasnya, Hashy dapat membantu pengguna menganalisis data secara real-time, mengirim tagihan ke pelanggan, menginformasikan vendor terkait pembayaran, dan pekerjaan administratif lainnya selesai hanya dalam hitungan detik.
Dengan kapabilitas otomatisasi hingga 90% untuk proses seperti penagihan dan rekonsiliasi, Hashy mampu mengurangi beban kerja administratif yang selama ini menyita hingga 40% waktu tim keuangan. Proses-proses yang biasanya memakan waktu kini dapat diselesaikan dalam hitungan detik. Hal ini berdampak langsung pada kelancaran arus kas perusahaan, isu yang dialami hampir 50% pelaku usaha di Asia akibat keterlambatan pembayaran, yang masih terjadi pada 60–80% transaksi. Dengan penagihan otomatis dan komunikasi yang lebih terstruktur, Hashy membantu tim keuangan beralih dari sekadar memproses menjadi lebih strategis.
Tak hanya itu, HashMicro juga mengintegrasikan business intelligence dan analytics tools untuk membantu perusahaan memahami data secara lebih mendalam. Mulai dari pelaporan sederhana hingga analisis yang kompleks, hingga proyeksi permintaan secara real-time, untuk membantu pengambilan keputusan dilakukan dengan lebih akurat dan terinformasi.
link

