Site icon snaptube apk

Penguatan Keuangan UMKM melalui Bootcamp Mendukung SDG 1 dan 8

Penguatan Keuangan UMKM melalui Bootcamp Mendukung SDG 1 dan 8

UNAIR NEWS – Dalam upaya meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat desa, mahasiswa BBK 7 UNAIR menyelenggarakan kegiatan Bootcamp UMKM sebagai bagian dari program kerja bidang ekonomi. Kegiatan ini difokuskan pada pemberian materi manajemen pengelolaan keuangan dan operasional usaha guna memperkuat kapasitas pelaku UMKM dalam mengelola usahanya secara berkelanjutan dan terstruktur.

Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Jubel Kidul yang sebagiannya merupakan pemilik usaha UMKM setempat, seperti usaha makanan rumahan, perdagangan kecil, dan jasa. Kegiatan dilaksanakan bertempat di Balai Desa Jubel Kidul pada tanggal 12 Januari 2026. Pemilihan lokasi ini bertujuan agar kegiatan dapat diakses dengan mudah oleh seluruh peserta serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan partisipatif. Materi yang disampaikan meliputi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), pemisahan keuangan pribadi dan usaha, penentuan harga jual, serta pencatatan keuangan sederhana.

Selain penguatan manajemen keuangan dan operasional usaha, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi pemanfaatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) sebagai metode pembayaran digital yang aman dan praktis. Peserta diberikan pemahaman mengenai manfaat penggunaan QRIS dalam mempermudah transaksi non-tunai, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendukung pencatatan keuangan usaha yang lebih rapi. Tidak hanya itu, mahasiswa BBK 7 UNAIR juga mendampingi peserta dalam pendaftaran dan optimalisasi lokasi usaha pada Google Maps, sehingga UMKM Desa Jubel Kidul dapat lebih mudah ditemukan oleh konsumen. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan pasar, meningkatkan visibilitas usaha, serta mendorong adaptasi UMKM terhadap perkembangan teknologi digital.

“Kami melihat banyak UMKM yang sebenarnya sudah berjalan, tetapi belum dikelola secara tertib, terutama dari sisi keuangan dan pemasaran. Melalui bootcamp ini, kami ingin membantu pelaku usaha agar lebih siap berkembang dan berdaya saing,” ujar Eugenius Nathaniel Christoffany. Melalui peningkatan literasi keuangan dan kemampuan manajerial pelaku UMKM, kegiatan ini diharapkan mampu membantu masyarakat meningkatkan pendapatan, mengurangi risiko kerugian usaha, serta mendorong terciptanya pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif.

Pengelolaan keuangan yang lebih tertib, didukung dengan pemanfaatan teknologi digital seperti QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai dan Google Maps sebagai sarana promosi lokasi usaha, menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing UMKM. Dengan kemudahan transaksi dan meningkatnya visibilitas usaha, UMKM di Desa Jubel Kidul diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi penopang utama perekonomian desa. Secara keseluruhan, kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDG 1 (Tanpa Kemiskinan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Penulis:

link

Exit mobile version