Ilustrasi. Foto: dok Finku.
Jakarta: Semangat untuk “bersih-bersih” dan menata hidup kembali muncul di awal tahun. Namun, selain resolusi diet dan olahraga, ada satu hal yang tak kalah penting yaitu merapikan dan menata kembali keuangan.
Data terbaru dari BPS mencatat perekonomian Indonesia pada triwulan III-2025 tumbuh sebesar 5,04 persen secara tahunan. Meski angka ini menunjukkan tanda pemulihan, kenyataannya kondisi ekonomi tidak selalu stabil bagi sebagian besar masyarakat.
Laporan Kompas Research tahun lalu mencatat, hampir 70 persen responden mengaku kesulitan menabung secara konsisten. Hal ini diperkuat oleh survei Populix meskipun Gen Z dan milenial sudah niat menabung (77 persen), jumlah yang disisihkan sering tidak stabil karena kebutuhan mendadak dan pengeluaran konsumtif.
Karena itu, meskipun ekonomi nasional terlihat membaik, manajemen keuangan pribadi tetap menjadi hal penting. Kabar baiknya, semakin banyak masyarakat terutama anak muda yang mulai sadar pentingnya mengatur uang dengan lebih baik. Melalui edukasi yang tepat dan platform yang memudahkan proses pengelolaan keuangan, kebiasaan finansial yang lebih sehat kini jauh lebih mudah untuk dibangun dan dijalani.
Evaluasi dan perencanaan keuangan di Tahun Baru
“Awal tahun itu waktu yang pas untuk memulai semua dari awal, termasuk soal keuangan. Ini momen yang oke untuk introspeksi diri dan lihat lagi selama setahun ke belakang, sebenarnya uang kita lari ke mana, kategori apa yang paling bikin boros, dan kebiasaan apa yang perlu kita perbaiki di tahun depan. Istilahnya, new year, new me, lah,” ujar Co Founder Finku, Reinaldo Tendean, dalam keterangan tertulis, Rabu, 7 Januari 2026.
Melalui proses tersebut, individu dapat mulai menetapkan financial goals baru untuk tahun ini mulai dari dana darurat, target tabungan bulanan, hingga komitmen budgeting yang lebih realistis. Dengan inflasi yang masih relatif tinggi dalam beberapa sektor kebutuhan dasar, kebiasaan finansial yang baik berperan penting untuk menjaga kesehatan keuangan pribadi.

Ilustrasi. Foto: dok Finku
Di era digital, pencatatan keuangan tidak lagi harus dilakukan secara manual. Banyak platform hadir untuk menyediakan metode yang lebih praktis, namun salah satu yang paling komprehensif bagi pengguna muda adalah Finku, aplikasi keuangan pribadi berbasis teknologi AI yang 100 persen gratis. Dirancang untuk generasi digital-native, Finku membantu pengguna mencatat Keuangan harian, menyusun budget, memonitor realisasi pengeluaran, serta memberikan insight finansial yang mudah dipahami.
Finku menyediakan berbagai fitur, seperti pencatatan pengeluaran manual maupun instan hingga kemampuan memindai struk belanja atau mengunggah e-statement mutasi bank untuk pencatatan otomatis. Pengguna juga dapat memperoleh laporan keuangan visual berbentuk grafik dan kategori, membantu pengguna memahami cashflow secara lebih detail.
Menjawab tantangan generasi muda
Selain itu, Finku juga memiliki fitur unggulan yaitu FinGPT, asisten finansial berbasis AI, yang dapat membantu mencatat keuangan lewat chat, memberikan rekomendasi personal yang menyesuaikan pola konsumsi pengguna, auto budgeting berbasis AI, hingga jawaban atas pertanyaan finansial sehari-hari. Bagi mereka yang membutuhkan pendampingan profesional, Finku dapat menghadirkan layanan FinExpert, yaitu konsultasi keuangan dengan perencana keuangan bersertifikat (CFP).
Serangkaian fitur tersebut menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang dialami generasi muda, seperti sulit menabung, gaji cepat habis, tidak tahu kemana uang mengalir, hingga kesulitan konsisten mencatat pengeluaran. Dengan membantu menyelesaikan masalah keuangan generasi muda, Finku dapat menanamkan rasa percaya diri sehingga individu mampu mewujudkan tujuan keuangannya, misalnya dana darurat, tabungan menikah, KPR rumah, dana pensiun, dan lain sebagainya.
“In this economy yang serba cepat, anak muda Indonesia, tuh, butuh pendekatan praktis untuk mengatur keuangannya. Di Finku, kita menggunakan teknologi AI untuk mengatur keuangan dan memberi insights yang mudah dipahami. Harapannya, Finku bisa membantu membangun habit keuangan yang sehat dalam mengatur keuangan secara konsisten,” jelas Reinaldo.
Finku mengajak masyarakat khususnya generasi muda Indonesia untuk memanfaatkan momentum awal tahun ini sebagai titik balik finansial. Sebab, kebiasaan kecil seperti mencatat pengeluaran, membuat budget yang realistis, dan berinvestasi di awal bulan dapat menghasilkan dampak besar dalam jangka panjang terutama jika didukung oleh teknologi yang tepat.
link
