DEPOKPOS – Literasi keuangan sejak usia dini menjadi aspek penting dalam membentuk karakter anak yang mandiri dan bertanggung jawab. Di tengah arus digitalisasi dan budaya konsumtif yang semakin kuat, anak-anak sekolah dasar rentan terbiasa membelanjakan uang tanpa memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan.
Menanggapi kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Falah, Jakarta Selatan, pada November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman dasar manajemen keuangan kepada siswa sekolah dasar melalui pendekatan permainan edukatif.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diberikan pemahaman sederhana mengenai konsep uang, pentingnya menabung, serta cara membedakan kebutuhan dan keinginan. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi ringan dan permainan kartu bergambar yang mengajak siswa mengelompokkan berbagai jenis barang ke dalam kategori kebutuhan atau keinginan.
Metode permainan edukatif dipilih agar siswa dapat belajar dengan suasana menyenangkan. Dengan cara ini, siswa tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya langsung melalui simulasi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para siswa. Sebagian besar peserta mampu memahami materi yang disampaikan serta menunjukkan peningkatan kesadaran dalam mengelola uang saku. Siswa juga mulai memahami bahwa uang merupakan hasil dari usaha dan kerja keras sehingga perlu digunakan secara bijak.
Selain menanamkan kebiasaan hemat, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan mentalitas wirausaha sejak dini. Pemahaman dasar tentang pengelolaan keuangan diharapkan menjadi fondasi bagi siswa dalam membangun sikap mandiri, bertanggung jawab, dan berorientasi pada perencanaan di masa depan.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap literasi keuangan dapat terus dikembangkan di lingkungan sekolah dengan dukungan guru dan orang tua. Dengan demikian, generasi muda dapat tumbuh menjadi individu yang cerdas finansial dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa mendatang.
Penulis:
Ika Rusmiati, Imensza Veo Stravinsky, Dhea Anastasya Azzahra, Nabila Amelia
Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Pamulang
link
