April 10, 2026
Momentum Atur Keuangan Awal Tahun

Bisnis.com, JAKARTA—Awal tahun menjadi momentum resolusi. Salah satunya terkait merapikan dan menata kembali keuangan.

Meskipun data ekonomi makro tetap stabil di atas 5%, tetapi masih ada lapisan masyarakat yang merasakan tantangan besar. Laporan Kompas Research tahun lalu mencatat, hampir 70% responden mengaku kesulitan menabung secara konsisten.

Hal itu diperkuat oleh survei Populix yang menunjukkan bahwa meskipun Gen Z dan milenial sudah niat menabung (77%), jumlah yang disisihkan sering tidak stabil karena kebutuhan mendadak dan pengeluaran konsumtif. Karena itu, meskipun ekonomi nasional terlihat membaik, manajemen keuangan pribadi tetap menjadi hal penting.

Co Founder Finku Reinaldo Tendean menyampaikan awal tahun merupakan waktu yang pas untuk memulai semua dari awal, termasuk soal keuangan.

“Ini momen yang oke untuk introspeksi diri dan lihat lagi selama setahun ke belakang, sebenarnya uang kita lari ke mana, kategori apa yang paling bikin boros, dan kebiasaan apa yang perlu kita perbaiki di tahun ini,” jelasnya dalam keterangan resmi, Minggu (3/1/2026).

Melalui proses tersebut, individu dapat mulai menetapkan financial goals baru untuk tahun ini mulai dari dana darurat, target tabungan bulanan, hingga komitmen budgeting yang lebih realistis. Dengan inflasi yang masih relatif tinggi dalam beberapa sektor kebutuhan dasar, kebiasaan finansial yang baik berperan penting untuk menjaga kesehatan keuangan pribadi.

Di era digital, pencatatan keuangan tidak lagi harus dilakukan secara manual. Banyak platform hadir untuk menyediakan metode yang lebih praktis. Salah satu yang paling komprehensif bagi pengguna muda adalah Finku, aplikasi keuangan pribadi berbasis teknologi AI yang 100% gratis.

Menurut Reinaldo, Finku membantu pengguna mencatat keuangan harian, menyusun budget, memonitor realisasi pengeluaran, serta memberikan insight finansial yang mudah dipahami.

Finku menyediakan berbagai fitur, seperti pencatatan pengeluaran manual maupun instan hingga kemampuan memindai struk belanja atau mengunggah e-statement mutasi bank untuk pencatatan otomatis. Pengguna juga dapat memperoleh laporan keuangan visual berbentuk grafik dan kategori, membantu pengguna memahami cashflow secara lebih detail.

Selain itu, Finku juga memiliki fitur unggulan yaitu FinGPT, asisten finansial berbasis AI, yang dapat membantu mencatat keuangan lewat chat, memberikan rekomendasi personal yang menyesuaikan pola konsumsi pengguna, auto-budgeting berbasis AI, hingga jawaban atas pertanyaan finansial sehari-hari.

Bagi mereka yang membutuhkan pendampingan profesional, Finku dapat menghadirkan layanan FinExpert, yaitu konsultasi keuangan dengan perencana keuangan bersertifikat (CFP).

Serangkaian fitur tersebut menjadi jawaban atas berbagai tantangan yang dialami generasi muda, seperti sulit menabung, gaji cepat habis, tidak tahu kemana uang mengalir, hingga kesulitan konsisten mencatat pengeluaran.

“Dengan membantu menyelesaikan masalah keuangan generasi muda, Finku dapat menanamkan rasa percaya diri sehingga individu mampu mewujudkan tujuan keuangannya, misalnya dana darurat, tabungan menikah, KPR rumah, dana pensiun, dan lain sebagainya,” imbuh Reinaldo.

link