April 15, 2026
OJK Provinsi Bali Gelar Edukasi Keuangan Momentum Paskah, Dorong Literasi dan Waspada Kejahatan Digital

UPDATEBALI.com, DENPASAR – Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali menggelar kegiatan edukasi keuangan bagi jemaat umat Kristiani di Kota Denpasar, bertepatan dengan perayaan Paskah.

Kegiatan ini berlangsung di Kantor OJK Provinsi Bali pada Selasa 15 April 2025, mengusung tema “Berkat dan Tanggung Jawab: Mengelola Keuangan Dengan Bijak.”

Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara OJK Provinsi Bali dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali.

Dalam sambutannya, Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) OJK Provinsi Bali, Ananda R. Mooy, menekankan pentingnya edukasi keuangan sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan berkat yang diterima masyarakat secara bijak dan bertanggung jawab.

“Kami berharap momen kebangkitan Paskah tidak hanya dimaknai secara rohani, tapi juga sebagai kebangkitan dalam aspek pengelolaan keuangan yang lebih sehat dan cerdas,” ujar Ananda.

Ia juga mengingatkan masyarakat akan bahaya penawaran investasi ilegal, pinjaman online ilegal, serta beragam bentuk kejahatan keuangan digital yang kian marak.

Mengacu pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024, tercatat indeks literasi keuangan nasional sebesar 65,43 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 75,02 persen. Selisih angka tersebut menandakan masih adanya kesenjangan pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan, sehingga kegiatan seperti ini dinilai sangat penting.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Direktur Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis OJK Provinsi Bali, Irhamsah; Pembimas Kristen Kemenag Bali, Eva Florida Simanjuntak; Ketua Musyawarah Pelayanan Umat Kristen Denpasar, Pdt. Chandra Sulistio; serta Kanit 1 Subdit III Ditreskrimsus Polda Bali, I Made Martadi Putra.

Eva Florida menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut, sekaligus menyebutnya sebagai langkah awal kerja sama yang baik antara OJK dan Kementerian Agama.

“Kami harap edukasi ini dapat menjadi bekal bagi keluarga Kristen dalam mengelola keuangan secara bertanggung jawab, sekaligus mendorong jemaat lain untuk ikut memahami pentingnya literasi keuangan,” ujarnya.

Dalam sesi materi, I Made Martadi Putra mengupas berbagai modus kejahatan keuangan digital yang kerap mengincar masyarakat, mulai dari phishing, scam, money mule, hingga penipuan berbasis AI dan lowongan kerja palsu. Ia menegaskan pentingnya menjaga data pribadi, bijak dalam mengunduh aplikasi, dan rutin memperbarui keamanan akun pribadi.

Tak hanya pada momen Paskah, sebelumnya OJK Bali juga telah menggelar edukasi keuangan syariah menyambut Hari Raya Idul Fitri, dan akan melanjutkan kegiatan serupa pada 30 April 2025 mendatang dalam rangka Hari Raya Galungan dan Kuningan.

OJK Bali berharap, rangkaian kegiatan ini dapat membentuk masyarakat Bali yang lebih cerdas secara finansial, sekaligus mendukung tumbuhnya industri jasa keuangan yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.(yud/ub)

link