May 13, 2026
Pemkab Bangkep berikan pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku ekraf
Logo Header Antaranews Sulteng

Pemkab Bangkep berikan pelatihan manajemen keuangan bagi pelaku ekraf

Jumat, 6 Februari 2026 12:25 WIB

Image Print

Pemkab Bangkep bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah melaksanakan pelatihan literasi dan manajemen keuangan bagi pelaku ekraf sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia guna mendorong pengembangan sektor pariwisata. ANTARA/HO-Kominfo Bangkep

Palu (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, memberikan pelatihan literasi dan manajemen keuangan kepada pelaku ekonomi kreatif (ekraf) dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata daerah.

Kepala Dinas Pariwisata Banggai Kepulauan, Mohamad Wahyudi dalam keterangannya di Palu, Jumat, mengatakan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi kebutuhan mendesak di tengah keterbatasan anggaran daerah.

Menurut dia, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan daerah.

“Potensi kita besar, terutama pariwisata. Tapi tanpa pengelolaan keuangan yang tertib dan profesional, usaha sulit berkembang,” katanya.

Untuk itu, Pemkab Bangkep bekerja sama dengan Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah melaksanakan pelatihan tersebut sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia guna mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah.

Ia menyampaikan pelatihan tersebut juga merupakan tindak lanjut konkret dari upaya Dinas Pariwisata Banggai Kepulauan dalam mencari skema kolaborasi pendanaan, termasuk dengan Bank Indonesia, badan usaha milik negara (BUMN), dan badan usaha milik daerah (BUMD).

Ia berharap pelatihan tersebut dapat mendorong pelaku usaha lebih disiplin dalam mengelola keuangan, memiliki perencanaan usaha yang terukur, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Banggai Kepulauan Rahman Hasan menyebut bahwa sektor ekonomi kreatif dan pariwisata merupakan dua pilar penting dalam pembangunan daerah.

“Keduanya tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mengangkat potensi lokal dan memperkuat identitas daerah,” ujarnya.

Menurut dia, banyak usaha kreatif di daerah memiliki produk unggulan, namun belum berkembang secara optimal akibat lemahnya literasi dan manajemen keuangan.

Karena itu, ia mengatakan pelatihan tersebut strategis untuk membekali pelaku usaha dengan kemampuan menyusun perencanaan keuangan yang sederhana, transparan, dan berkelanjutan.

Dia berharap pelatihan ini tidak berhenti pada tataran pengetahuan, tetapi dapat diterapkan langsung dalam praktik usaha sehari-hari.


Pewarta :



Editor:
Andilala



COPYRIGHT © ANTARA 2026

link