KOMPAS.com – President University (Presuniv) mengukuhkan dua guru besar sekaligus untuk bidang manajemen keuangan. Mereka adalah Prof. Chandra Setiawan dan Prof. Purwanto yang merupakan dosen Fakultas Bisnis Presuniv.
Prosesi pengukuhan dilakukan dalam sidang senat terbuka dipimpin Ketua Senat yang juga Rektor Presuniv, Handa S. Abidin di Kawasan Industri Jababeka, Cikarang, Bekasi pada 25 Februari 2025.
Sekretaris YPUP Prof. Jony Oktavian Haryanto pada sambutan pembuka mengingatkan, universitas menjadi terdepan karena peran riset dan pengabdian kepada masyarakat, bukan semata-mata pada pengajaran.
“Maka, sebagai guru besar, salah satu perannya adalah membawa kampusnya menjadi yang terdepan dalam mengembangkan riset dan pengabdian kepada masyarakat,” kata Prof. Jony.
“Dengan dikukuhkannya Prof. Chandra dan Prof. Purwanto sebagai guru besar, saat ini Presuniv memiliki lima profesor yang dikukuhkan secara langsung oleh Presuniv. Sementara, profesor-profesor lain yang ada di Presuniv, mereka sudah menjadi guru besar ketika bergabung,” jelasnya.
Orasi Ilmiah Prof. Chandra: Kredit Macet dan Efisiensi Bank
Dalam orasi ilmiahnya sebagai guru besar, Prof. Chandra membahas “Penyebab Kredit Macet (NPL/NPF) dan Efisiensi Bank: Perbandingan Bank Islam dan Konvensional di Asia, Timur Tengah plus Turkey”.
Dalam perspektif manajemen keuangan, menurut Prof. Chandra ada dua faktor mempengaruhi kegagalan bank, yakni tingginya angka pinjaman bermasalah (non-performing loan atau non performing financing, NPL atau NPF) dan rendahnya tingkat efisiensi biaya yang merupakan proksi dari kualitas manajemen.
“Manajemen yang buruk jelas akan meningkatkan kemungkinan kegagalan bank,” tegas Prof. Chandra.
Riset Prof. Chandra mencakup analisa biaya dan efisiensi laba pada 767 bank konvensional dan 147 bank Islam di negara-negara yang menjadi anggota Organisasi Konferensi Islam.
Baca juga: MK Nyatakan Berkas Gugatan Guru Besar Unhan Terkait UU TNI Kurang Lengkap
Analisisnya pada tahap pertama menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) dengan pendekatan non- parametrik. Pada tahap kedua, data dianalisis dengan model ekonometrik sederhana.
Di tahap ini Prof. Chandra menganalisis hubungan antarwaktu NPL/NPF dengan efisiensi biaya serta efisiensi laba bank-bank konvensional dan bank-bank Islam.
link
