April 15, 2026
Tips dan Manfaat Manajemen Keuangan bagi Mahasiswa

UNAIR NEWS – Airlangga Health Promotion Center (AHPC) UNAIR menggelar Training of Trainer SOBY UNAIR Batch IV pada Minggu (27/4/2025), di Ruang Rote, Lantai 4, Aseec Tower UNAIR Kampus Dharmawangsa – B. Pada hari kedua pelatihan ini Kurnia Dwi Artanti dr MSc, dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR membawakan materi keenam yang mengangkat tema Manajemen Keuangan.

Kurnia menekankan pentingnya mengelola keuangan untuk mengurang stres. Ia mengingatkan bahwa masalah keuangan dapat memicu permasalahan seperti dorongan tindak kriminal dan bahkan bisa memicu permasalahan kesehatan mental.

“Manajemen keuangan membantu kita mengurangi stres. Tidak jarang, masalah finansial bisa menimbulkan kecemasan, tindak kriminal, hingga dorongan untuk bunuh diri,” ujarnya. Selain untuk mengurangi stres, Kurnia juga menambahkan bahwa manajemen keuangan yang baik juga penting untuk mencapai tujuan finansial.

Dokumentasi speaker dan peserta Training of Trainer SOBY UNAIR Batch IV pada Minggu (27/4/2025) (Foto: Panitia)
Dokumentasi speaker dan peserta Training of Trainer SOBY UNAIR Batch IV pada Minggu (27/4/2025) (Foto: Panitia)

Kurnia menyampaikan dalam manajemen keuangan, penting untuk memetakan sumber pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu, seperti bulanan. “Kita harus bisa memetakan kira-kira berapa (pengeluaran, red) selama satu bulan atau periode tertentu agar dapat dikalkulasikan,” jelasnya. 

Kurnia juga menyoroti pentingnya menyisihkan dana darurat yang di awal periode. Ia menyarankan minimal mengalokasikan 10 persen dari pendapatan. Meskipun proporsi idealnya adalah 20 hingga 50 persen. “Kadang-kadang kita perlu menyisihkan sesuai persentase pemasukan kita sebulan untuk dana darurat. Minimal 10 persen untuk dana darurat,” katanya. 

Ia menambahkan bahwa kini banyak aplikasi perbankan yang memfasilitasi penyisihan otomatis dari rekening utama. “Misalnya kita punya rekening, setiap bulan kita bisa meminta aplikasi tersebut untuk langsung memotong dana kita sebesar jumlah yang kita kehendaki. Hal tersebut sama dengan proses koperasi yang langsung memotong dari gaji pokok untuk tabungan,” imbuhnya.

Selain itu, Kurnia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. “Kadang kita harus disiplin. Semua pengeluaran bahkan pengeluaran yang sepele itu tidak terasa apabila tidak kita kalkulasi, sehingga perlu tracking,” ucap Kurnia.

Sebagai tips praktis bagi mahasiswa, Kurnia menyarankan agar mahasiswa untuk memasak sendiri, memanfaatkan diskon, menggunakan barang second hand, dan mengatur penggunaan transportasi. Hal tersebut bisa membantu menekan pengeluaran sehari-hari sehingga alokasi dana untuk tabungan atau kebutuhan penting lainnya.

Terkait tabungan, Kurnia juga menganjurkan diversifikasi dalam penyimpanan uang. Salah satunya dalam bentuk emas atau investasi lainnya. “Lebih baik jangan hanya menabung di satu tempat, sesuai peribahasa jangan menaruh telur di satu keranjang. Sehingga apabila terjadi sesuatu dengan tabungan tersebut, kita masih aman,” tegasnya.

Penulis: Rosa Maharani

Editor: Yulia Rohmawati

link